Halaman Pertama Google dan Tingkat Penjualan

90% klien yang ingin membuat website selalu bertanya tentang cara membuat website muncul di posisi pertama Google. ”Apakah web perusahaan kami bisa muncul di halaman pertama pencarian ?” Semuanya begitu terobsesi dengan rangking 1 karena mereka berasumsi bahwa muncul pertama kali berarti produknya laku keras.  Benarkah demikian ? Adakah hubungan antara hasil SERP dengan tingkat penjualan ?

Halaman pertama tidak identik dengan penjualan.

 

2 Cara Menjual di Internet

Dua orang teman saya memberikan saya peluang usaha untuk menjual Blackberry dan Paket Kue Kering. Mereka memberikan saya harga terbaik, cukup murah untuk dijual kembali sesuai dengan harga pasar. Untungnya, kedua teman saya tidak terlalu mengerti tentang cara berjualan online. Jadi, saya tidak perlu bersaing dengan mereka di Internet.

Ada dua cara menjual barang melalui internet, membuat website sendiri atau melalui situs jual beli gratisan. Cara mana yang harus anda lakukan tergantung dari tujuan anda. Jika anda memproduksi barang anda sendiri atau menjual merk tertentu sebaiknya membuat website. Jika anda menjual barang berdasarkan peluang usaha yang ada, juallah melalui portal, forum atau situs jual beli.

Menjual melalui website sendiri bagus untuk jangka panjang. Pada awalnya memang belum menghasilkan, tetapi seiring berjalannya waktu, website anda akan dikenal dan lebih dipercaya daripada situs jual beli gratisan.

Cara menjual melalui portal jual beli gratisanMenjual melalui portal jual beli akan menguntungkan untuk jangka pendek karena website jenis ini memiliki pengunjung/traffic yang besar. Caranya mudah, tinggal memasukkan deskripsi produk dan meng-upload foto.

Kedua cara ini bisa dijalankan bersamaan. Anda boleh menjual melalui forum dan web perusahaan anda sendiri, prinsipnya adalah menggunakan semua sumber daya yang ada untuk memaksimalkan keuntungan. 

Hanya, jangan lupakan fokus anda….jangka pendek atau jangka panjang ?

Berdasarkan kriteria di atas, maka saya memutuskan untuk menjual Blackberry dan Kue Kering Lebaran menggunakan cara kedua, yaitu menjual melalui portal jual beli. Barang yang sama saya jual ke beberapa situs gratisan, yaitu :

 

Halaman Pertama Untuk Keyword "Kue Kering Lebaran"

Semua keyword memiliki halaman pertamanya sendiri-sendiri. Website anda mungkin muncul di halaman pertama dengan “keyword A” namun muncul di halaman kedua dengan “keyword B”. Anda tidak bisa muncul dengan semua keyword yang berhubungan dengan produk anda, sebaiknya pilih keyword yang benar-benar menjadi keunggulan kompetitif perusahaan anda.

Keyword apa yang sebaiknya saya pakai untuk menjual kue kering secara online ? Inilah alternatifnya:

-   Jual kue kering lebaran  —->  target traffic besar dan umum
-   Paket kue lebaran murah  —>  target kue kering dalam bentuk paket
-   Paket kue kering Cocola    —>  target merk Cocola
-   Jual kue kering  —> Terlalu luas segmennya, jual untuk jangka pendek saja

Internet terlalu luas untuk anda kuasai, anda harus memilih keyword yang mewakili produk anda. Ada begitu banyak website, begitu banyak penjual kue kering di Internet, begitu banyak merk dan paket kue kering di internet. Untuk merek kue kering ada banyak sekali, Puspa Sari, Sari Wangi, Al Amin, Borobudur, Mama Papa, Grandy dan lainnya. Merk Cocola hanyalah satu diantara ribuan merek kue kering lainnya. Jika anda memilih keyword “Paket Kue Kering Cocola” maka kemungkinan menjadi nomer satu di halaman pertama jauh lebih tinggi. Kekurangannya adalah traffic yang kecil, adakah orang yang mencari Kue Kering Cocola di Internet ?

Pilihan saya adalah keyword “Paket Kue Kering Cocola.” Itulah produk yang saya miliki, tidak banyak yang menembak keyword ini. Segmen pasarnya jelas, orang yang sudah mengenal merk Cocola ini. Berdasarkan informasi dari teman saya, merk ini sudah ada sejak tahun 2009 lalu, cukup dikenal di kategori kue kering isi 6 toples (pelopor kue kering paketan), rasanya enak dan harganya cukup murah. Setiap lebaran, penjualan untuk wilayahnya diatas 30.000 paket. Jadi, merk Cocola ini sebenarnya sudah memiliki pasar offline.

Memilih keyword yang menjual

Keyword kedua yang saya tembak adalah “Jual Kue Kering Lebaran 2012.” Karena sifatnya yang periodik, setiap setahun sekali, maka gunakan portal, forum dan situs jual beli untuk menarik traffic ke web anda (jika sudah memiliki website sendiri). Karena saya tidak fokus pada usaha ini, maka saya hanya meninggalkan nomor telepon saja.

Nomer satu dengan tingkat persaingan sebesar 14 juta halaman

 

Hubungan Halaman Pertama dengan Tingkat Penjualan

Saya sudah memiliki 2 keyword yang kedua-duanya muncul di halaman pertama Google. Jika hasil pencarian di tempat anda berbeda, hal itu disebabakan karena sistem Geo-Locatian alogaritma Google. Tetapi setidaknya, di browser saya, kedua keyword diatas  muncul di halaman pertama. Kadang peringkat pertama, kadang peringkat kedua.

Penjualan kue kering saya langsung meningkat pesat karena muncul di peringkat 1, halaman pertama !” pikir anda….^-^’ …. “Waktunya tepat, produknya hebat, harganya bersaing “

Penjualan memang terjadi, namun tidak sebanyak yang anda perkirakan.  Saya tidak langsung kedatangan order penjualan sebanyak 10.000 dos dalam sekali transaksi karena saya muncul nomer satu di Goggle. Telepon saya tidak berbunyi tiap menit dan blackberry saya tidak ketambahan kontak baru setiap jam. Memang ada orang yang sms, telepon, chatting dengan saya. Seperti biasa, menawar harga, menanyakan cara pengiriman, diskon dan hal-hal lainnya yang sudah jelas tertulis di internet.

Muncul di halamana pertama pasti meningkatkan traffic. Bukan berarti semerta-merta meningkatkan penjualan juga. Tidak seperti itu konsepnya. Menyamakan tingkat penjualan dengan tingginya pengunjung itu salah besar.  Proses penjualan di dunia maya sama dengan proses penjualan secara fisik. Ada tahap pengumpulan informasi,  pemilihan produk, penentuan harga dan keputusan pembelian.

 

KESIMPULAN

Tingginya pengunjung, nomer satu di Google atau muncul di halaman pertama pencarian tidak selalu berkorelasi positif dengan tingkat penjualan. Ada banyak faktor penting yang harus anda ketahui tentang cara menjual produk secara online. Disain website harus rapi, profesional dan mudah. Tulisan harus mudah dimengerti dan menjawab pertanyaan tersirat konsumen. Nama, alamat, nomor telepon dan identitas harus jelas. Ini baru syarat-syarat utama supaya website anda meningkat penjualannya.

Cara mengkonversi pengunjung menjadi PembeliAnda harus melakukan analisa tentang cara pengunjung berinteraksi di website anda. Apa yang mereka cari, bagian mana yang menarik perhatian dan halaman apa saja yang mereka lihat. Ilmu penjualan melalui website ini dinamakan Conversion Rate. Bagaimana cara merubah pengunjung menjadi pembeli. Jika website anda muncul di halaman pertama namun tingkat penjualannya rendah, berarti ada kesalahan dalam disain dan tombol Call to Action-nya.

Jadi, jangan terfokus pada SEO saja, pertimbangkan metode konversi-nya.  Ketika dua faktor ini anda perhatikan sungguh-sungguh, maka tingkat penjualan anda akan meledak jika muncul di halaman pertama Google.

Related Content