Panduan Menulis Konten Website Berkualitas

Konten yang berkualitas bukan hanya membuat website muncul di halaman pertama Google, namun yang terpenting adalah menghasilkan penjualan. Apa untungnya memiliki website yang  banyak pengunjung tetapi tidak ada transaksi ?  Anehnya, pemilik website mengulang-ulang metode ini, membuat website baru, mencari jasa SEO yang berbeda dan mendapatkan hasil yang sama tanpa pernah mengerti letak permasalahan sebenarnya.

Panduan menulis konten web berkualitas

 

PRODUK DAN PASAR

Produk yang mahal menurut seseorang belum tentu mahal bagi orang lainnya. Sebaliknya produk yang murah belum tentu laku. Kita ambil contoh jam tangan Rolex. Apakah petunjuk waktu seharga 50 juta rupiah ini sepadan dengan fungsinya ? Jika penilaian kita hanya berdasarkan harga, sudah pasti jam tangan Rolex ini tidak bakalan laku. Mana ada orang gila yang mau beli sebuah jam seharga Kawasaki Ninja 250 cc ?

Menentukan keyword website yang tepatNgomong-ngomong tentang Kawasaki Ninja, apakah juga ada orang gila yang mau membeli sebuah sepeda motor seharga DP mobil ? Hujan tetap kehujanan,  panas juga kepanasan dan hanya bisa dinaiki berdua saja. Bukankah fungsi produk ini adalah alat transportasi saja ? Bukankah lebih nyaman naik mobil daripada naik motor ?

Ngomong-ngomong tentang mobil, bukankah 1 buah mobil saja sudah cukup untuk 1 keluarga ? Atau 1 anggota keluarga 1 mobil ?

Namun kenyataannya tidak demikian.

Kita melihat ada  orang yang naik Lexus, naik Ferari, naik Lamborgini, naik Hammer. Itu semua adalah alat transportasi seharga rumah., 1 Milyar, 2 Milyar, 3 Milyar…..

Ironisnya… yang tidak punya sepeda motor juga banyak. Kemana-mana mereka naik BMW alias Bemo letter W. Yang punya sepeda motor belum tentu punya mobil. Yang punya mobil belum tentu punya rumah. Terlalu banyak perbedaan daya beli, perbedaan kebutuhan, selera, budaya, warna dan lainnya.

Namun mereka semua memiliki satu kesamaan. Memiliki handphone berinternet, mencari informasi menggunakan Google dan manusia yang bisa berpikir serta merasakan.

Apa motivasi orang membeli jam tangan Rolex ? Bagaimana reaksi teman sekantor anda ketika mengetahui bahwa anda memakai jam Rolex baru ? Sebuah WOW yang akan menunjukkan status kaya anda. Apa yang ada di benak klien ketika mereka melihat Rolex di tangan kiri anda ? TRUST ! Apa persepsi anda ketika melihat seorang bercelana pendek berkaos ote-ote memakai jam tangan Rolex ? Aaaaah….itu pasti Rolex palsu !

Jadi, ada orang yang membeli jam tangan mahal Rolex dan juga ada orang yang membeli jam Rolex palsu.  Ketika membuka Google untuk mencari toko jam terdekat, keyword yang diketikkan akan berbeda. Apakah anda bisa menebak siapa yang menulis “Jam tangan Rolex murah” dan siapa yang menulis “Rolex Surabaya” ?

Keyword mewakili konsumen tertentu, inilah seni pemilihan keyword untuk SEOApa yang akan terjadi ketika si imitasi masuk website resminya Rolex Indonesia ? Yang pasti tidak akan terjadi transaksi penjualan. Apa yang akan terjadi ketika si kaya masuk website penjual jam tangan Asli tapi Palsu ? Juga tidak akan terjadi penjualan. 

Penjualan baru akan terjadi ketika kebutuhan bertemu dengan produk, ketika si imitasi masuk www.RolexPalsu.com atau si kaya masuk www.RolexAsli.com. SEO yang benar bukan berdasarkan traffic, tetapi berdasarkan target pasar.

Lebih jauh lagi, kira – kira siapa yang lebih berpotensi menjadi pembeli diantara kedua keyword ini : “Harga Rolex” dan “Rolex GMT MASTER” ?

Saya ini bingung dengan orang yang menggembor-gemborkan traffic-traffic-traffic terus. SEO – SEO – SEO terus tanpa mengerti esensi dari SEO. Mateknya….90% pemilik website memiliki pola pikir seperti ini. Karena itulah 90% website gagal setelah dibuat. Si pembuatnya pokok’e input data terus dibayar, beres dan cari klien baru lagi. Si klien pokok’e bikino aku website. Klop deh ! Masalah barangnya laku atau tidak itu urusan lain. Anda minta dibikinkan website….bukankah sudah jadi ? Kalau mau website menghasilkan carilah jasa SEO. Beres !

Inilah kesalahan kecil yang ditambahi kesalahan kecil lagi sehingga menjadi kesalahan besar. Kalau dasarnya sudah salah bisakah diperbaiki ? Males’e rek ! Kalau fondasi bangunannya sudah salah, hanya tinggal menghitung hari saja sebelum roboh. Apakah anda berpikir sebuah website seharga 300 ribuan bisa menghasilkan omzet puluhan juta ? Hei mas ! Bangun ! Jangan mimpi di siang bolong !

Saya kasih tau sedikit tentang kenyataan dunia online. Sekalipun disain website anda bagus, traffic-nya bagus, CTA-nya efektif. Masih ada kemungkinan tidak terjadi closing. Menjual barang di internet itu tidak semudah membikin website dan menggunakan jasa SEO. Direct selling saja susahnya masak ampun apalagi melalui media online yang hanya menggunakan text dan gambar saja.

Kabar baiknya, hampir semua barang bisa dijual online menggunakan internet. Saya akan tunjukkan caranya menulis konten website yang berkualitas.

 

MENULIS DESKRIPSI PRODUK YANG BENAR

Pertama dan terutama adalah menulis deskripsi produk. Apanya yang ditulis Pak ? Kan produk saya sudah jelas. Saya jual peralatan kolam renang seperti pompa, filter, lampu dan spare partnya.

Betul, anda sudah nglontok ngomongin produk anda. Tidak demikian dengan calon pembeli. Ada yang baru pertama kali membuat kolam renang pribadi, ada yang kerjaannya kontraktor kolam renang dan juga ada toko kolam renang yang baru buka.

Menentukan target pasar baru kemudian menentukan keyword yang digunakanNah, sekarang mana yang menjadi target penjualan anda ? Semuanya pak ! Berarti anda harus menulis konten untuk semua pelanggan anda karena keyword yang mereka ketikkan di Google berbeda-beda.

Pemilik toko kolam renang akan menggunakan keyword “Distributor peralatan kolam renang”,  sedangkan kontraktor kolam renang mengetikan “Pompa kolam renang 2PK”. Terakhir, si  end user menuliskan “Cara membuat kolam renang.”

Jadi begini, di dalam sebuah website ada yang dinamakan product page dan landing page. Product Page berisi tentang spesifikasi, foto dan informasi standar. Sementara landing page adalah artikel anda untuk mendatangkan traffic. Bisakah product page dan landing page digabungkan menjadi satu ? Bisa, namun tidak efektif.

Mendisain website berbeda dengan mendisain brosur. Brosur harus singkat, padat dan jelas karena berhubungan dengan ongkos produksi. Umumnya brosur hanya 1/2 sampai 1 halaman A4. Jika lebih dari itu namanya pamflet, ongkos produksinya jauh lebih mahal lagi. Sedangkan website ongkos produksinya murah. Hanya dengan 300 ribu rupiah anda bisa memiliki 500 halaman lebih.

Contoh disain produk page websiteSelain itu, perilakunya juga berbeda. Para pencari informasi di internet paling hobi nge-klik. Dalam 10 detik sudah melakukan 2-3 kali klik. Jika tidak menarik, klik back. Jika terlalu banyak text-nya klik back. Jika terlalu banyak gambarnya, klik back. Jika terlalu ruwet, klik back juga. Pendeknya, mereka mencari informasi yang to the point, enak dibaca dan sekaligus menghibur. Tidak seperti tulisan saya yang pedes….ha…ha…ha….

Product page saja tidak akan menghasilkan penjualan. Mengapa ? Karena satu produk bisa diulang beratus-ratus kali. Misalnya saja DVR Avtech KPD 677D. Anda akan menemukan AvtechSurabaya.com yang isinya sama dengan Avtech.co.id, puluhan website serta ratusan blogspot. Bagaimana kita bisa bersaing dengan konten ini?

Karena itu anda harus menulis menggunakan Landing Page anda. Isinya bukan pengulangan spesifikasi produk, tetapi sesuatu yang dicari oleh target pasar anda. Jika target pasar anda adalah end user, maka tulislah Panduan Membuat Kolam Renang. Peralatan apa yang mereka butuhkan, merk apa yang dijual di pasaran, apa kelebihan dan kekurangan masing-masing merk.

Berarti kita mempromosikan pesaing kita dong Pak ? Betul, daripada mereka menemukan kebenarannya di tempat lain, lebih baik mereka mengetahuinya dari anda terlebih dulu. Ini akan meningkatkan integritas anda. Ini akan mengingatkan mereka tentang nama website anda. Ini akan membuat Google menyukai artikel anda. Dan pada akhirnya akan membuat orang membeli dari anda.

Anda salah jika berpikir bisa membodohi calon pembeli. Mereka pintar. Mereka sudah “kulakan” di tempat lain sebelum membeli dari anda. Semakin mahal produk yang dijual, semakin rumit perilaku konsumennya. Betapa menjengkelkan ketika ketemu pelanggan yang sok pintar tapi salah informasi. Baca dari website mana itu Pak ? Nah, daripada begitu mendingan kita yang menuliskan informasi  secara obyektif.

Keuntungan lainnya adalah kredibilitas kita meningkat. Jangan berpikiran picik bahwa itu adalah rahasia perusahaan. Jaman sekarang ini sudah tidak ada lagi yang namanya rahasia perusahaan. Yang ada hanyalah rahasia terbuka.

Landing Page, halaman untuk promosi websiteApakah tabu menulis tentang perjalanan kuliner anda jika anda adalah pemilik website makanan ? Menurut saya tidak, malahan tulisan anda akan mempengaruhi persepsi mereka, “Wah, pemilik restoran ini pasti masakannya enak karena citarasanya tinggi. Dia sudah mencicipi segala jenis masakan, tentunya citarasa yang pernah dicobanya diterapkan pada restorannya.” Nah itu dia ! SEO-nya dapat, teasernya juga dapat !

Bagaimana menulis konten untuk toko baju online ? Banyak sekali topik yang bisa anda kupas seperti panduan memilih baju untuk orang kurus, tips memilih busana untuk orang gemuk, mengenal jenis-jenis kain, arti warna pada baju, ciri-ciri baju berkualitas atau cara mencuci pakaian menurut jenis kainnya.

Bagaimana menulis konten untuk company profile ? Ini juga mudah, anda bisa mengupas sejarah berdirinya perusahaan, keunggulan mesin yang mereka gunakan, kelebihan produknya, panduan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, profil pendiri perusahaan atau proses pembuatan produk mereka.

Topik yang harus anda tulis harus sesuai dengan target pasar mereka dan jangan sekali-sekali menjelekkan produk kompetitor karena tidak etis dan akan mengurangi simpati pembaca. Siapa siih yang suka dijelek-jelekan secara terbuka ? Anda sendiri tentu akan marah jika produk anda dinilai buruk oleh orang lain, apalagi oleh kompetitor. Wih….bisa panas hati ini. Daripada menulis hal negatif tentang produk pesaing lebih baik menulis tentang cara memilih produk yang berkualitas, tentunya dilihat dari sudut pandang anda….ha….ha…ha…. Bukankah siapa saja berhak untuk menulis topik ini ?

Persaingan online boleh keras dan kejam, namun bukan berarti  tidak bisa bermain cantik. Anda tidak perlu menjadi seorang penulis untuk bisa seperti ini, yang dibutuhkan hanyalah merubah sudut pandangnya. Jika selama ini anda melihat dari sisi produsen, cobalah melihat dari sisi konsumen. Bagaimana pesaing memandang produk anda ? Apa produk substitusinya ? Apa manfaat utama produk anda ? Adakah ceruk pasar yang sesuai dengan produk anda yang belum dimasuki pesaing anda ?

Saya menjual tripod di toko online saya, harganya 100 ribuan. Kelemahan tripod ini pendek dan kaki tripodnya kecil. Apa yang anda harapkan dari sebuah tripod dengan tinggi 1 meter ? Terlalu pendek dan terkesan ringkih. Namun saya melihatnya dari sudut jenis kamera digital yang beredar di pasaran.

Ada 4 segmen kamera digital di Indonesia

Pertama adalah pemilik kamera DSLR. Sisanya adalah kamera Prosumer, kamera pocket dan kamera Handphone. Tripod saya ini tidak cocok buat konsumen kamera DSLR.

Tapi cocok sekali untuk ketiga segmen lainnya. Jadi saya menulis Title Tag-nyaTripod Kamera Prosumer tinggi 1 meter dan ringan.

Mengapa saya tidak membidik kamera pocket ? Bukankah segmen itu masuk untuk produk saya ? Benar, namun ini berhubungan dengan daya beli. Siapa yang beli kamera pocket ? Apa alasan mereka membeli kamera pocket ?

Orang yang membeli kamera pocket menyukai kepraktisan. Tidak perlu bawa tas yang besar untuk menyimpan kameranya, cukup dimasukkan kantong. Kalau harus beli tripod, maka kepraktisannya hilang. Rasanya kurang tepat menjual tripod 1 meter saya ke mereka. Namun bukan berarti tidak ada pemilik kamera pocket yang membutuhkan tripod. Anda tidak akan pernah tahu kemampuan pasar secara sempurna, karena itu harus trial and error.

Alasan kedua saya membidik pemilik kamera prosumer adalah sambil menyelam minum air. Jika tripod saya bisa digunakan untuk kamera prosumer, sudah pasti bisa digunakan untuk kamera pocket. Sebaliknya jika bisa digunakan untuk kamera pocket belum tentu bisa digunakan untuk kamera prosumer. Bukankah begitu logikanya ?

Contoh penulisan konten web yang baik

Nah, kabar baiknya buat saya, tripod semampai ini ternyata cocok dengan pemilik kamera mirorless. Jenis kamera pocket dengan kemampuan DSLR. Wah…betapa beruntungnya saya. Tapi ini bukan sekedar Lucky, karena saya melakukan riset pasar dulu, bukan asal tembak. Bukan petinju yang sembarang memukul. Saya memukul dengan tujuan yang jelas. Jika ternyata ada lalat yang terkena pukulan saya itu namanya rejeki tak diundang !

 

KORAN DAN MAJALAH

Perbedaan utama kedua media ini adalah rentang waktunya. Keduanya sama-sama tulisan, sama – sama berita. Namun koran menulis kejadian kemarin untuk hari ini. Semakin cepat semakin baik. Sedangkan majalah menulis untuk jangka waktu yang lama, topik yang sifatnya tips dan trik.

Tulisan di koran aktual untuk beberapa hari saja setelah itu langsung basi karena digantikan dengan topik yang lebih baru. Kita sudah tidak tertarik membaca berita tentang pemilihan legislatif karena sudah lewat dan digantikan dengan pemilihan presiden.

Tulisan model koran efeknya hanya sementara. Jangan menggunakan jenis ini untuk SEOSeharusnya website perusahaan dagang tidak menulis model koran karena efeknya hanya sementara. Siapa yang menyimpan korang 2 minggu yang lalu ? Wong koran kemarin saja sudah tidak kita baca lagi, apalagi koran dua minggu lalu. Ironisnya, banyak sekali pemilik website yang merasa sudah menulis konten tetapi tidak sadar bahwa sebenarnya mereka menulis model koran. Karena itu efeknya hanya sementara. Trafficnya naik terus anjlog lagi. Penjualannya naik dikit terus menurun lagi.

Mengapa menulis model koran ? Karena gampang ! Gak perlu mikir, kopas sana kopas sini terus ditempelkan di website. Hasilnya juga gampang hilang, gampang dilupakan orang dan gampang menyerah. Murah selamat ? Gak ada di jaman sekarang ini bro !

Menulis model majalah membutuhkan riset, memeras otak dan tidak mudah. Butuh konsistensi, butuh disiplin, butuh belajar dan butuh membaca.Pengorbanannya banyak namun hasilnya juga banyak. Traffic akan meningkat dengan sendirinya, domain authority kita meningkat, time on site meningkat, bounce rate menurun dan banyak sekali faktor SEO yang terpengaruhi oleh tulisan model majalah.

Artinya, tulisan terbaru anda lebih cepat terindex Google dan lebih memiliki peluang muncul di halaman pertama. Posisi domain anda tidak mudah digoyangkan dan tidak perlu kuatir masalah Google Panda, Pinguin, Hummingbird atau update alogaritma lainnya karena anda telah bersahabat dengan Google, mereka menyukai website anda !

 

KESIMPULAN
Maaf, menulis konten web berkualitas membutuhkan usaha dan disiplin. Tidak ada cara instan. Anda harus mengeluarkan sumber daya yang besar untuk yang satu ini. Saya sudah menerapkan strategi ini bertahun-tahun lalu. Silahkan lihat portofolio website saya untuk menguji cara menulis ini. Semoga menginspirasi.

Related Content