Panduan dasar membuat website yang menghasilkan

Mengapa harus membuat website yang berjuta-juta ? Ada banyak jasa pembuatan website murah yang harganya ratusan ribu saja. Itu pemikiran anda, ya….semua orang tidak suka dibohongi apalagi ditipu. Tetapi sebenarnya ada dua faktor utama yang menentukan harga sebuah website, yaitu konsep dan disain. Jika anda disodori proposal pembuatan website yang harganya jutaan tetapi tidak mengandung kedua kriteria di atas. Sebaiknya anda mulai membaca tulisan saya sedikit lebih serius.

 

WEBSITE DAN KONVERSI PENJUALAN

Sebelum melangkah lebih jauh lagi, saya ingin anda berhenti sejenak untuk mendengarkan motif utama anda memasuki bisnis online ini. Apakah tujuan utama anda coba-coba saja atau menghasilkan keuntungan ? Ayolah teman…jangan menipu diri sendiri, toh tidak ada untungnya buat anda, apalagi buat saya. Toh saya tidak kenal anda dan tidak akan memaksa anda untuk membuat website di saya. Sekali lagi ! Pada hakekatnya anda mengejar uang atau coba-coba saja ?

Jika tujuan utama, terdalam dan tersembunyi anda adalah menjual produk melalui website maka apa saja yang harus anda lakukan agar tujuan tadi tercapai ? Sampailah anda di www.membuatwebs.com ini. Anda mencari jasa pembuatan website ! Dan salah satu keyword yang terlintas dalam pikiran anda adalah “murah.”

Keyword berikutnya adalah “mudah” karena anda orang awam yang gaptek dan rasanya baru melihat peluang usaha yang muncul di internet ini. Anda merasa bahwa anda satu-satunya orang di kategori bisnis anda yang pertama kali menerjuni bisnis ini. Anda adalah angin selatan yang akan membawa perubahan bisnis sekaligus perubahan nasib. Pokoknya cari website yang mudah dioperasikan oleh orang gaptek seperti saya.

Jieeeleee….keren cooy ! Tapi sebenarnya anda itu ketinggalan jauh. Bertahun-tahun yang lalu sudah ada orang yang memiliki ide seperti anda. Anda bukan orang pertama mas bro…anda itu orang ke-seribu berapa…gitu. Dan anda itu gak ngerti aturan permainan di bisnis ini. Anda tidak bisa melihat sekilas dan mengetahui  website ini mati ato hidup. Anda tidak tahu hubungan antara halaman pertama dan tingkat penjualan yang sebenarnya. Anda salah besar jika berpikir “Jika websiteku muncul di halaman pertama, maka aku pasti sugih ! Barangku laku keras karena faktor nomer satu di Google.”

Fungsi Call To Action adalah Closing alias tindakan selanjutnyaAnda tidak tahu perilaku konsumen dunia online. Anda tidak tahu bahwa memiliki telepon rumah memiliki efek terhadap konversi penjualan. Anda tidak tahu konsep landing page, anda tidak tahu Call To Action.

Yang anda tahu hanyalah mencari website yang murah…murah….murah…dan mudah. Pokoknya saya punya budget sekian rupiah dan website saya jadi ! Ini brosur dan spesifikasi produknya. Fotonya anda kopas saja dari internet.

Yang membikin tidak tahu ini produk buat apa, gimana cara makainya….Yang klien susah dihubungi, gak mau tahu dan gak ngurusi ! Pokok’e materinya diketik dan fotonya dikopas….diketik, dikopas dan terima duit…sip ! Sek…sek…sek…. saya pingin tahu, apakah di dunia nyata anda berhasil menjual produk anda dengan cara seperti ini ? Dikasih brosur dan foto terus anda duduk manis di samping mereka ? Semudah itu ? Bisa berhasil ?

 

KONSEP WEBSITE YANG MENGHASILKAN

Website yang menghasilkan harus memiliki konsep. Artinya anda harus memutuskan segmen pasar anda, jenis penjualan yang anda inginkan dan strategi pemasarannya. Orang yang niatnya coba-coba bikin website saja hanya berhenti di titik murah dan mudah saja. Karena itu  cepat atau lambat akan keluar dari bisnis yang sesungguhnya menjanjikan ini.

Konsep website adalah cara anda menjual dalam bentuk text dan grafik. Bagaimana memvisualkan produk yang anda jual dalam layar monitor, mempersuasi mereka melalui tulisan dan membuatnya meng-klik tombol “Beli Sekarang.”

Jika pembuat website anda tidak memiliki pengetahuan tentang produk anda, bagaimana mereka bisa menjualnya ? Bagaimana mereka tahu faktor – faktor penting yang membedakan produk anda dengan pesaing ? Apa keunggulan produk anda dan apa keuntungan membeli dari anda ? Apakah garansi uang kembali saja sudah cukup ? Apakah diskon 20% saja bisa membuat mereka closing ? Apakah sebuah foto yang tajam dan indah saja bisa meng-konversi pengunjung menjadi pembeli ?

Sebuah website yang berkonsep membutuhkan kesediaan developernya untuk mempelajari produk yang dijual terlebih dulu. Setelah itu mengidentifikasi keunggulan kompetitif produk dan menganalisa pasar online. Seberapa sengit tingkat persaingannya, bagaimana membedakan website anda dengan website pesaing dan strategi apa yang akan digunakan untuk memasuki pasar.

Cara sederhana menjual melalui toko online

Ketika menerima sebuah proyek website, saya selalu tanya tentang produk mereka dulu. Jual apa, segmen pasarnya di mana, siapakah konsumen selama ini dan apa tujuan masuk ke website. Dari jawaban mereka saya bisa tahu sukses atau tidaknya website ini nantinya.

Faktor kesuksesan website adalah struktur produk. Saya menyebutnya dengan kategori produk. Memang benar barang yang anda jual puluhan macam, bahkan bisa ratusan kalau yang kecil-kecil dimasukkan. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak mengkategorikan produk anda. Mengapa anda berpikir semakin “rame” semakin baik ? Semakin rame itu semakin rumit dan semakin mempersulit pengunjung menemukan barang yang dicarinya. Anda membuat sumber uang anda bingung. Daripada mbulet, tak cari website lain ae wes….pikir pengunjung anda. Sopo sing butuh ?

Bantulah pengunjung website anda menemukan barang yang dicarinya dengan menyederhanakan produk anda. Dari semua produk yang anda jual, bagilah menjadi 2-6 kategori utama, semakin sedikit semakin baik. Bagi lagi kategori utama tadi menjadi maksimal 2 kategori sekunder. Dengan begitu pengunjung tidak akan tersesat dan mengerti di mana mereka berada.

Hukum utama website adalah: jika dalam waktu 5 detik, pengunjung tidak menemukan yang dicarinya maka dia akan meninggalkan website anda.Jika 80% pengunjung anda keluar dalam waktu 5 detik pertama maka itu kabar buruk bagi SEO karena aturan dasar SEO sudah berubah banyak.

Semenjak Google Panda, Exact Match Domain (EMD) sudah dikurangi bobotnya. Artinya JualBlackberry.com dengan Palazio.com memiliki nilai yang relatif sama di Google. Sebuah website yang isinya tentang CCTV semua lebih diprioritaskan Google daripada website yang menjual CCTV, busana dan siomay. Lamanya pengunjung berada di website perusahaan anda sekarang dimasukkan sebagai faktor penentu kualitas sebuah situs. Bounce Rate yang tinggi adalah salah satu indikasi website spam yang nantinya akan dihajar oleh si Pinguin.

Jika anda berniat sukses di bisnis online jadikan Google sebagai rekanan anda. Jangan sekali-sekali melanggar TOS mereka karena cepat atau lambat akan ketahuan. Dan jika mereka menemukan website anda, maka matilah anda karena seluruh isi website anda akan di-delete dari database mereka !

Hubungan strukur website dengan SEO

Tanpa product knowledge, maka tidak akan bisa membuat struktur website. Sebagai seorang webmaster, saya memiliki kemampuan membuat website tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang produk. Sebaliknya, klien saya mengetahui produk yang dijualnya namun tidak bisa membuat website sendiri. Kira-kira siapa yang harus mengalah ? Saya yang mempelajari produk mereka atau klien saya yang harus belajar membuat website ? Siapa yang dibayar dan siapa yang membayar di sini ?

Tapi itulah hebatnya webmaster Indonesia…gak perlu belajar produk, gak perlu ketemu orangnya, tahu – tahu website sudah jadi ! Luar biasa ! Dibayar mahal lagi…Masalah menghasilkan atau tidak itu urusan nanti. Toh bukan urusan kita, pokok’e websitenya wes jadi.

Anda yakin sudah memiliki konsep website ? Silahkan download Rencana Kerja Membuat Website yang saya buat setahun yang lalu. Jika anda bisa mengisi semua kolom, maka anda benar-benar sudah memiliki konsep yang benar tentang website.

 

DISAIN WEBSITE

Disain website bukan soal warna, font dan keindahan. Disain adalah konversi penjualan, bagaimana meyakinkan pengunjung untuk membeli dari kita. Disain seharusnya memfokuskan bukan membuyarkan konsentrasi.

Coba renungkan, apa gunanya menampilkan nomer rekening anda di setiap halaman ? Di Homepage, di product page, di about us dan di contact us. Apa nilainya bagi pengunjung website anda ? Toh belum tentu mereka akan membeli product anda. Sekalipun mereka hendak membeli, pasti akan menanyakan kembali nomer rekening bank anda ! ^-^’

Disain website adalah soal menempatkan yang terpenting di area yang penting. Ini berhubungan dengan gambar, konten dan Call To Action. Dari pengetahuan produk yang sudah anda pelajari tadi, bagaimana komposisi disain yang paling bisa menjual ? Apakah 60%  text dan 40% gambar ataukah 70% text dan 30% gambar ? Apakah komposisi ini bisa diterapkan untuk semua kategori produk ? Apakah masih ada space tersisa jika di kemudian hari ada perubahan mendasar ?

Mendisain brosur dengan mendisain website itu berbeda. Di brosur anda terbatas dengan biaya dan ruang, sementara di website anda memiliki banyak ruang dan banyak halaman.  Konsumennya juga beda, model persaingannya dan strateginya pun berbeda. Ini website, bukan pamflet mas bro ! Cape deh…

Disain bisa mempengaruhi persepsi seseorang. Sama halnya penampilan seseorang bisa mempengaruhi pemikiran kita tentang dirinya. Bayangkan, seorang pria dengan kaos oblong dan celana pendek memasuki kantor anda dan menawarkan anda “Buku Resep Kaya Mendadak” seharga 10 juta rupiah saja. Garansi uang kembali jika dalam waktu satu bulan anda tidak kaya mendadak.Setelah berbincang-bincang sejenak, tamu tak dikenal dan tak diundang itu anda antarkan keluar.  Dia memakai helmnya dan tersenyum puas sambil mengendarai Yamaha Mio-nya.

Menjual jasa melalui website lebih susah daripada menjual barang, tapi ada caranya

Jadi, apakah anda akan membeli Buku Rahasia Kaya Mendadak seharga 10.000.000 tadi ? Kalo saya, tidak .Gila kale ! Modelmu koyok ngono kok ! Namun dalam bisnis internet, anda banyak menemukan konsep ini. Disain website-nya ancur-ancuran, tapi menjual paket tour ke Eropa seharga 25 juta perorang. Layout website-nya gak karu-karuan, tapi barang yang dijualnya ratusan ribu. Yang beginian mau menghasilkan ? LOE….GUE….END !

 

TERAKHIR ! SUMBER DAYA ANDA

Bagaimana dengan perawatan website anda nantinya ? Ketika ada produk baru yang harus ditambahkan, siapa yang akan mengurusnya ? Inilah faktor terpenting yang sering dilupakan oleh pembuat website. Mereka tidak menanyakan bagaimana kedepannya, padahal ini penting bagi pemilik website.

Selama ada dana yang disediakan untuk maintenance website ini sih oke-oke saja. Namun bagaimana jika mereka tidak mau menyediakan dana dan bermaksud untuk mengupdate sendiri ?  Siapa yang harus mengalah ? Siapa yang harus menyesuaikan ? Tentu si pembuatnya dong…he…he…he….

Sukses untuk anda !

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − three =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.